Karya Tulis Ilmiah



HUBUNGAN ASUPAN ANTIOKSIDAN (VITAMIN A, VITAMIN C, VITAMIN E DAN SELENIUM) DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RSUD KANJURUHAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG

Prodi : POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI DIV GIZI
Pengarang : RINA FITROTUL MUKAROMAH
Dosen Pembimbing : Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, Pembimbing II: Tapriadi
Klasifikasi/Subjek : , Asupan vitamin A, Asupan vitamin C, Asupan vitamin E, Asupan selenium, kadar gula darah puasa
Penerbitan : , Malang: 2013.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAKSI Fitrotul M, Rina (2013) Hubungan Asupan Antioksidan (Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E Dan Selenium) Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi DIV Gizi Poltekkes Kemenkes Malang. Pembimbing I: Dwie Soelistyorini, Pembimbing II: Tapriadi. Menurut estimasi data WHO maupun IDF (International Diabetes Federation), memaparkan data angka kasus diabetes di Indonesia berdasarkan hasil survey tahun 2008 menempati urutan ke empat tertinggi di dunia yaitu sebesar 8,4 juta jiwa Diabetes mellitus adalah kelainan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Pada seseorang dengan kondisi diabetes mellitus, pembentukan reactive oxidative species (ROS) meningkat sehingga dapat memperparah kondisi strees oksidatif. Radikal bebas merupakan penyebab terjadinya penyakit degeneratif seperti kanker, aterosklerosis, diabetes melitus, jantung koroner akibat peningkatan dan penumpukan radikal bebas dalam tubuh. Untuk mencapai kondisi stabil, oksigen radikal bebas akan menangkap elektron dari senyawa-senyawa penyusun sel maupun organ. Salah satu zat gizi untuk menangkal radikal bebas tersebut adalah antioksidan diantaranya adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E dan selenium. Penelitian ini dilakukan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Untuk mengetahui hubungan asupan antioksidan (vitamin A, vitamin C, vitamin E dan selenium) dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus menggunakan Uji Pearson. Sampel yang digunakan adalah semua pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan pada waktu pengambilan data, responden sebagai pasien di ruang rawat inap RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Pengambilan data tentang asupan vitamin A, C, E, selenium dan kadar gula darah puasa diambil melalui wawancara dan form rekam medis, sedangkan data status gizi responden diambil melalui pengukuran anthropometri berat badan dan tinggi badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan kejadian diare dengan p-value 1,0. Tidak ada hubungan antara asupan vitamin A dan kadar gula darah puasa dengan p-value 0,564. Tidak ada hubungan antara asupan vitamin C dan kadar gula darah puasa dengan p-value 0,233. Tidak ada hubungan antara asupan vitamin E dan kadar gula darah puasa dengan p-value 0,06. Tidak ada hubungan antara asupan selenium dan kadar gula darah puasa dengan p-value 0,784. Dari hasil penelitian disarankan pada Ahli Gizi untuk melakukan edukasi terhadap responden mengenai jenis buah-buahan yang merupakan sumber fruktose yang justru dapat menungkatkan kadar gula darah puasa dikarenakan pada penderita diabetes melitus terdapat pembatasan terhadap jenis buah dan sayur. Kata kunci : Asupan vitamin A, Asupan vitamin C, Asupan vitamin E, Asupan selenium, kadar gula darah puasa



Lampiran